Post with 1 note
kenyang, kenyang!
makan hari ini cukup membuatku kenyang.
meski tadi sore hujan, tak apalah. apalagi hari ini aku makan bersama teman-teman yang jarang kutemui, walau kami satu tempat tinggal.
tentu saja!
mereka sering bermain waktu kecil, tapi aku baru datang sewaktu berumur sepuluh tahun. tentu saja tidak pernah bermain bersama mereka. sedih? tidak juga. waktu itu aku belum mengerti apa artinya orang lain bagiku. tapi sekarang sangat mengerti. aku juga baru sadar kalau mereka dulu sangat memperhatikan aku.
begini. waktu mereka sedang cerita soal kisah-kisah lama, tiba-tiba aku merasa tidak masuk dalam kelompok mereka. kenapa? karena aku tak tahu satu pun kenangan bersama mereka.
tapi, Haze sepupuku (untungnya dia juga pindah ketika berumur 8 tahun) melirikku dan tiba-tiba berkata,
“kalian semua, kasian kan Zach nggak tau apa-apa.”
dan bagaikan keajaiban, semua anak —-yang notabene cuma berdelapan—- langsung menoleh ke arahku.
dan mulai terdengar gumaman di sana-sini.
“oh iya ya, Zach kan belum ada waktu itu.”
agak sakit hati memang terlupakan, tapi aku tak dapat melupakan senyum manis Julian, temanku, waktu itu.
ia yang selalu terlihat membawa buku tebal ke mana-mana itu meraih tanganku dan berkata, “tapi mulai sekarang kan kita bisa membuat kenangan yang baru bersama-sama, bukan?”
dia, yang jarang tersenyum maupun tertawa itu, baru saja mengatakan sesuatu yang membuat semuanya terdiam!
saat itu, aku merasa jadi orang paling beruntung sedunia.