ramai sekali di sini.
serius, sangat sangat ramai.
ada yang bermain musik di sudut sana. aku sedang menulis di sini. dan ada yang bermain game aneh di sini. ramai memang enak sih, tapi saat memandangi mereka semua aku tahu aku belum menyatu dengan mereka, setidaknya untuk saat ini.
aku baru saja mengira Yashi adalah Massu. oke, itu aneh. mereka sangat berbeda, seratus persen berbeda.
Massu tidak aneh. Yashi sebaliknya. Massu putih. Yashi? hmm… tidak bisa dibilang hitam sih, api begitulah. tapi sepertinya aku harus menunda deskripsi mereka sampai nanti.
di antara kami yang seumur, sepertinya aku yang paling tidak berbaur. selain karena aku memang pendiam, aku datang paling belakangan. baru empat tahun tinggal di sini, tentu agak canggung begitu banyak orang memerhatikan. apalagi di tempat tinggal yang dulu, aku tak punya teman. untunglah orang-orang di sini menyadari kecanggunganku dan membuatku merasa nyaman di sini. aku sungguh merasa beruntung.
tapi di waktu yang sama aku merasa tidak enak kepada paman yang telah merawatku di rumah ini. pamanku sudah membawaku jauh-jauh dari tempat tinggalku yang dulu hanya karena permintaan ayahku. sebenarnya ia bukanlah pamanku, tapi hanya teman lama ayahku. mereka punya hubungan saudara, api sangat jauh. aku merasa tidak pantas memanggilnya “Paman”.
menurut kalian, apa yang harusnya kulakukan?