19th September 2009

Post with 1 note

insomnia episode dua

bukannya susah tidur.

hanya tak mau tidur.

aku harus bangun jam tiga, jadi sepertinya lebih baik kalau aku tetap terjaga daripada harus tidur untuk kemudian bangun lagi beberapa jam kemudian. lagipula, aku bisa tidur siangnya. tak masalah untukku.

  • tentang teman-temanku. dan aku - bagian 3

kali ini tentang Argent.

aku harus mendahulukan dia sebelum aku lupa, jadi jangan protes, ya?

Argent, Argent, Argent….

apa yang bisa kukatakan tentangnya? dia sempurna, oke, di mataku dia sempurna.

ganteng, baik, pintar. matanya yang ramah berwarna perak—sebenarnya abu-abu. tapi aku lebih suka menyebutnya “perak”. dia sempat tinggal di fith setahun atau dua, dan itu menjelaskan kefanatikannya akan teknologi terbaru. ia tak pernah lepas dari komputer mininya sedetik pun—kecuali mungkin saat tidur.

awalnya ia sempat heran melihat gaya hidup sederhana kami di sini, dan ia sempat bertanya-tanya mengapa lengan kiri Haze tak ada. tapi setelah Haze mengajaknya bicara di pinggir danau minggu lalu, ia tampak sedikit lebih bisa memahami kenapa kami di sini hidup begitu sederhana… begitu konvensional.

dan Argent pun mulai bisa dekat dengan kami di sini yang sebelumnya ia anggap aneh.

syukurlah….

sampai nanti!

  1. tentangdia posted this